Pendidikan Indonesia
Reportase ini disusun oleh: Dewi Krisdiyanti (15120285)
Pada tanggal 02 Oktober 2018, di kelas 7A Bapak Aniq
membahas mengenai pendidikan nasional yang dipelopori oleh Ki Hajar Dewantara.
Pendidikan di Indonesia dipelopori oleh Ki Hajar
Dewantara. Nama asli Ki Hajar Dewantara adalah Raden Mas Soewardi
Soerjaningrat. Beliau menggunakan nama Ki Hajar Dewantara karena ingin
menyembunyikan identitasnya sebagai seorang bangsawan. Hal ini dimaksudkan
supaya ia dapat lebih dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun jiwa.
Beliau memilih nama Ki Hajar tersebut karena pada bahasa jawa untuk memperhalus
sebuah kata misal a menjadi ha. Seperti yang
disampaikan Bapak Aniq di kelas 7A Ha artinya yaitu seperti
ruang tanpa batas ketika diisi apapun tak akan pernah penuh, sehingga kata ajar
diperhalus menjadi hajar (dengan tujuan memperhalus kata).
Ki Hajar Dewantara adalah bapak pendidikan nasional di
Indonesia. Namun, di Indonesia dalam
dunia pendidikan justru banyak orang yang lebih sering menjelaskan teori
pendidikan dari tokoh luar negeri, seperti tokoh Bandura, Vigotsky,
Skinner dan tokoh-tokoh asing lainnya. Padahal di Indonesia sendiri memiliki
tokoh pendidikan yang seharusnya dijadikan sebagai panutan. Yaitu Ki Hajar
Dewantara. Seharusnya sebagai orang Indonesia harus bangga menggunakan teori
dari tokoh Bapak pendidikan Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara bukan sebaliknya
yang malah bangga menggunakan teori-teori dari luar negeri. Seperti yang disampaikan bapak Moh.Aniq bahwa Ki Hajar
Dewantara bahkan juga menjadi mercusuar pemikir pendidikan Indonesia bahkan
juga di dunia. Sebagai contoh pula Bapak Moh. Aniq mengungkapkan jika Finlandia
ternyata juga menganut filsafat dari Ki Hajar Dewantara yang kemudian Finlandia
menjadi Negara terbaik nomor satu di dunia pendidikan. Bahkan itu sudah
terlihat secara nyata. Bapak Aniq bahkan memberi saran apabila kita berkunjung
ke Finlandia jangan malah berguru pada mereka justru kita harus memberi ucapan
selamat atau sekedar berkunjung untuk “menengok murid” kita tutur beliau, karena
sebelumnya mereka telah berguru pada kita dan menganut filsafat dari Ki Hajar
Dewantara sehingga Negara mereka menjadi Negara terbaik nomor satu di dunia
pendidikan.
Lalu bagaimana cara kita memberi rasa cinta untuk
memajukan pendidikan di Indonesia? jika Finlandia yang menganut filsafat
dari Indonesia saja bisa? Hal itu karena majunya pendidikan nasional itu
awalnya lahir dari rasa kemerdekaan.
Kemudian rasa kemerdekaan itu apa? bapak Moh.Aniq
menyampaikan bahwa kemerdekaan adalah memahami batasan-batasan. Artinya
bagaimana manusia itu paham akan batasan-batasannya.
Arti merdeka ada tiga yaitu:
2. Tidak tergantung pada orang lain. Pada dasarnya kita
memang saling membutuhkan satu sama lain. Namun dalam hal ini yang perlu
diketahui yaitu arti merdeka berarti tidak menggantungkan diri pada orang lain.
Misalnya kita telah merdeka pada awal kondisi memang kurang jadi kita harus
mampu untuk berdiri sendiri dengan menggali potensi dan mencari peluang-peluang
sehingga dapat tercipta kemandirian pada diri kita.
3. Dapat mengatur diri sendiri.
Untuk menambah pengetahuan silakan klik link dibawah ini:
1. Ibnu masud 15120218
2. Devi Endah Prastiwi 15120441
3. Ismaul Amalia 15120007
4. Meiyani Lutfil Khoiriyah
15120450
5. Neneng Zuliasih
15120016
6. Nuroh difallah 15120497
7. Anisa Rona Soraya
15120447
9. Riskha Khoirul Ulya 15120219
10. Susilo bayu m
11. Ahmad Haris Hidayat
15120334
12. Nailul Fauzziyah
(15120405)
http://nailulfauzziyah7.blogspot.com/2018/10/filsafat-pendidikan.html
13. EKO NUR FATONI 15120020
14. Khafidzoh Asfihani
15. Dyah Saraswati
(15120364)
16.feby dwi
angrainy_15120029
17. Nur Tri Atika (15120040)
18. Martiya zulfa risty 15120039
19. Atik Budiarti 15120010
20. Intan Nur Fatikha Mulya
15120033
21. Sukma Rudi Nugroho 15120212
http://filsafatpendidikansukmarudi.blogspot.com/2018/10/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html
22. Bagas Panur Permana
15120382
23. Bayu Saputro 15120023
24. Dhimas Oeka Aji W
15120013
25. Mahmudi
26. Lina Muntasiroh
27. Hadiah hana putri
(15120481)
28. Fadila Nurfi Ardina
(15120322) https://falidafurni.blogspot.com/2018/10/saya-untuk-pertemuan-kedua-mata-kuliah.html?m=1

Comments
Post a Comment